Hilirisasi Nikel

DPR Dukung Hilirisasi Nikel Dan Energi Panas Bumi Nasional

DPR Dukung Hilirisasi Nikel Dan Energi Panas Bumi Nasional
DPR Dukung Hilirisasi Nikel Dan Energi Panas Bumi Nasional

JAKARTA - Transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam kembali menjadi sorotan. Di tengah dorongan global menuju energi bersih dan industri bernilai tambah tinggi, parlemen menegaskan komitmennya untuk mengawal agenda strategis pemerintah. 

Hilirisasi nikel dan optimalisasi energi panas bumi dinilai sebagai dua pilar penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus menjawab tantangan transisi energi.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menyatakan dukungan penuh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap program hilirisasi nikel yang digagas pemerintah. Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat industrialisasi baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Putri Zulhas, hilirisasi nikel akan memberikan nilai tambah signifikan pada komoditas tersebut. Peningkatan nilai jual ini diharapkan berdampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Selain fokus pada hilirisasi nikel, Putri Zulhas juga mengungkapkan bahwa DPR aktif mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi di Indonesia. Kekayaan energi panas bumi di tanah air sangat melimpah dan perlu dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menjelaskan, energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi bersih dan berkelanjutan. Pemanfaatan energi ini dianggap krusial dalam mewujudkan target Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2026.

Hilirisasi Nikel Perkuat Industrialisasi Nasional

Program hilirisasi nikel dipandang sebagai strategi untuk keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Dengan mengolah nikel di dalam negeri, Indonesia tidak hanya mengekspor komoditas, tetapi juga produk bernilai tambah tinggi seperti bahan baku baterai kendaraan listrik.

Putri Zulhas menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan agenda industrialisasi nasional. Dengan rantai pasok baterai kendaraan listrik yang terbangun di dalam negeri, peluang investasi semakin terbuka dan lapangan kerja baru dapat tercipta.

Nilai tambah dari proses hilirisasi akan memperkuat struktur ekonomi nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri besar, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui efek berganda ekonomi, peningkatan pendapatan, serta pertumbuhan sektor pendukung lainnya.

Dukungan DPR terhadap program ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari visi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada kemandirian industri.

Optimalisasi Energi Panas Bumi Berkelanjutan

Selain hilirisasi nikel, DPR juga memberi perhatian besar pada pengembangan energi panas bumi. Indonesia dikenal memiliki potensi panas bumi yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Putri Zulhas menyampaikan bahwa energi panas bumi adalah sumber energi bersih yang berkelanjutan. Pemanfaatannya tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca signifikan, sehingga sangat relevan dengan komitmen pengurangan emisi nasional.

Energi panas bumi juga memiliki karakter pasokan yang stabil karena tidak tergantung pada kondisi cuaca. Keunggulan ini menjadikannya salah satu solusi strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju bauran energi yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan optimal potensi panas bumi diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan nasional, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta meningkatkan ketahanan energi jangka panjang.

Komitmen Menuju Net Zero Emission

Target Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2026 menjadi salah satu agenda besar yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Dalam konteks ini, pengembangan energi panas bumi memiliki peran penting.

Energi bersih dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menekan emisi karbon secara signifikan. Dengan memperbesar kontribusi panas bumi dalam bauran energi, Indonesia dapat mempercepat pencapaian komitmen pengurangan emisi sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi.

DPR memandang bahwa transisi energi tidak boleh menghambat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, transisi harus menjadi peluang untuk menciptakan sektor industri baru, memperluas investasi, serta meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.

Sinergi antara hilirisasi nikel dan pengembangan energi panas bumi mencerminkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi. Di satu sisi, hilirisasi memperkuat sektor industri dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral. Di sisi lain, energi panas bumi memperkuat fondasi energi bersih yang menopang industrialisasi berkelanjutan.

Pembangunan Ekonomi Berbasis Energi Bersih

Dukungan DPR terhadap kedua inisiatif ini menunjukkan komitmen serius parlemen dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan transisi energi bersih di Indonesia.

Hilirisasi nikel membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global. Sementara itu, optimalisasi panas bumi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi energi terbarukan besar yang mampu dikelola secara strategis.

Kombinasi kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan industrialisasi berbasis nilai tambah dan pasokan energi bersih yang stabil, Indonesia dapat memperkuat daya saingnya di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Melalui dukungan terhadap hilirisasi nikel dan pemanfaatan energi panas bumi, DPR menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kepentingan nasional, kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index